Osu Porema

Osu Porema

Sulawesi Tenggara 0.0 (0 ulasan) Sulit

Tentang

Gunung Porema, lebih dikenal dengan nama Bulu Porema sesuai Peta Topografi keluaran Bakosurtanal (sekarang dikenal sebagai Badan Informasi Geospasial / BIG), memiliki puncak tertinggi dengan ketinggian 2.242 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini terletak di wilayah Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Gunung Porema merupakan gunung tertinggi keempat di daratan Provinsi Sulawesi Tenggara, setelah Gunung Mekongga, Gunung Nandooto, dan Gunung Mopeaanooleo. Jalur pendakian pertama kali dibuka atau dirintis oleh Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO) pada tahun 2016, melalui Desa Kondara, Kecamatan Pakue, dalam waktu 6 hari perjalanan. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Sungai Olooloho yang memiliki arus cukup kuat. Sepanjang jalur pendakian, kondisi vegetasi masih tergolong baik. Beberapa jenis vegetasi tumbuh liar di sepanjang jalur, di antaranya kayu besi, anggrek, kantung semar, rotan, dan berbagai jenis palem-paleman. Sebelum mencapai puncak, pendaki juga akan menjumpai tanda-tanda aktivitas petani madu hutan. Pada ketinggian 1.000–2.000 mdpl, jalur pendakian melewati batuan karst yang diselimuti lumut. Di jalur ini juga ditemukan beberapa jenis fauna, seperti anoa, babi hutan, monyet Sulawesi, dan burung rangkong. Informasi ini dikontribusikan oleh Tim Mahacala UHO dan Muhammad Aris.

Informasi Penting

Ketinggian 2,140 mdpl
Panjang 13 km
Kenaikan Elevasi 1300 m
Estimasi Waktu 9 jam

Prakiraan Cuaca

Memuat prakiraan cuaca...

Lokasi

Ulasan (0)

Masuk untuk membagikan pengalaman Anda di gunung ini.

Masuk
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama menaklukkan dan mengulas gunung ini!

Siap menaklukkan?

Catat pendakian, lacak pencapaian, dan bagikan perjalanan Anda dengan komunitas.

Gabung Komunitas

FAQ

Ya, sebagian besar gunung di Indonesia mengharuskan SIMAKSI (registrasi/izin) sebelum mendaki. Anda sebaiknya memeriksa detail registrasi daring dengan basecamp setempat atau otoritas taman nasional.

Musim kemarau (Mei hingga September) umumnya waktu terbaik untuk mendaki. Hindari musim hujan karena jalur menjadi licin dan jarak pandang sering buruk.

Ini tergantung pada tingkat kesulitannya. Dinilai sebagai "Sulit", Anda harus mempersiapkan diri dengan baik. Selalu mendaki bersama rekan berpengalaman jika Anda baru dalam pendakian gunung.